Pelakon Tawuran Kelompok di Makassar Panah Dada Polisi Sebab Beranggapan Musuh

Diposting pada

Pelakon Tawuran Kelompok di Makassar Panah Dada Polisi Sebab Beranggapan Musuh

Seseorang badan polisi, Bripda Afriadi, jadi korban tawuran antargeng di Makassar, Sulawesi Selatan( Sulsel). Walhasil, korban dilarikan ke rumah sakit( Rumah sakit) dampak terserang anak panah busur di bagian dadanya.

Kanit Reskrim Polsek Tamalate AKP Ramli berkata, 2 pihak yang ikut serta tawuran merupakan kelompok Leppeng dengan kelompok Kumala- Jongaya. Ia mengatakan, anggotanya jadi korban karena dikira kompetitor oleh salah satu golongan pelakon tawuran.

” Yang nyata, apa yang ia sampaikan itu, ia memanglah tidak ketahui bila itu aparat. Dikira lawannya sebab memanglah pada dikala itu aparat dari arah jalur Kumala datangnya,” ucap Ramli dikala dimintai afirmasi,

Baca pula: Polisi Kena Panah, 10 Orang Jadi Terdakwa Permasalahan Tawuran di Makassar

Arah kehadiran polisi ini diucap Ramli merupakan area kelompok Kumala- Jongaya. Walhasil, golongan kelompok Leppeng yang dipandu laki- laki bernama Edo melaksanakan pembusuran kepada polisi karena dikira bagaikan kompetitor.

” Kesimpulannya dibentangkan busur. Kenalah salah satu badan kita,” tutur Ramli.

Baca pula: Coba Angkat kaki, Agitator Tawuran yang Panah Dada Polisi di Makassar Didor

Tadinya dikabarkan, kedua pihak sudah 3 malam beruntun ikut serta silih serbu di Jalur Kumala 2, Tamalate, Makassar. Polisi mengatakan ketersinggungan sampai silih jam antara orang per orang kelompok jadi faktor tawuran ini.

Dampak tawuran ini, keseluruhan 13 orang pelakon diamankan ke Polsek Tamalate. 10 orang di antara lain sudah diresmikan jadi terdakwa.

” Jadi telah 10 yang jadi terdakwa di antara 13 orang yang diamankan,” tuturnya.